Uji Organoleptik

Dulu waktu masih kuliah di AKZI Yogya , topik ini termasuk yang agak rumit. Tapi setelah bekerja menjadi topik yang hangat.

Mulanya banyak teman yang gak tau apa sih maksudnya uji organoleptik itu, tapi setelah dijelasin ternyata banyak yang ketagihan … nah lo, kok bisa. Bisa dong kalo yang jadi sampel uji organoleptik itu sendiri dalam kategori mak nyuuss… alias uenak tenan.

Istilah mudahnya uji organoleptik adalah mencicipi contoh produk olahan pangan (jawa: ngicipi). Kalau saya yang favoritnya jambu mete … jambunya lho bukan metenya… kemarin ada yang mengolah jambu mete menjadi minuman hangat setup jambu mete/jambu monyet… yang mmmm harum ‘n manis karena diolah dengan cengkeh, manis jangan dan gula… percaya gak, ternyata rasa sepetnya jadi ilang. Belum lagi yang ngrujak dengan daun pepaya muda ditambah terasi, garam dan gula jawa, walaupun warna agak “ngeri” karena ijo-ijo gimana gitu tapi kalau berhasil menyingkirkan warna aneh itu, jadi seger juga rasanya (tapi saya gak berani nyoba).

Ada cerita nich… Tadi pagi pas rapat di Bappeda ketemu Bapak dari Hutbun, sambat kalau banyak jambu monyet (dan juga mangga) yang terbuang sia-sia, karena yang diambil cuman bijinya (menjadi kacang mete tentunya). Tapi usut-punya usut ternyata olahan metenya gitu-gitu aja. Nah …. ada ide ngompori si bapak untuk nyoba aneka olahan dari jambu mete seperti diolah jadi :

– Kripik jambu mete (idenya dari kripik nangka, nanas, salak pondoh, apel dan mangga)

– Manisan jambu mete (idenya dari manisan pala yang penuh gula, atau manisan segar seperti mangga, salak bali, dondong, dll)

– Selai jambu mete (idenya dari sele nanas, strawbery, dll)

– Setup / Sirup jambu mete berempah

dan untuk limbah kulit luar mete bisa dipakai untuk pembuatan briket yang dipakai untuk bahan bakar ibu-ibu yang mau memasak. Ini semua terinspirasi dari negara Swiss yang bukan penanam kakao (pohon coklat) tapi coklat terkenal berasal dari Swiss… jangan sampe deh Gunungkidul yang kaya dan melimpah s.d.a nya tapi hanya jadi penonton.

Kembali ke uji organoleptik, hari ini ada 3 uji organoleptik, yaitu dari “tonjokan” (orang “ewuh”/punya hajat nikahin anaknya), dari rapat, dan dari temen sekantor yang selesai rapat. Lumayan….teman barusan pulang dari dinas luar , trus bawa oleh-oleh dan juga teman yang syukuran bawa hantaran makanan untuk teman sekantor rasanya makin meriah acara uji organoleptik itu. Selain menambah rasa kekeluargaan dan wawasan kuliner, juga menambah energi untuk bekerja..

i’ah

3 Tanggapan to “Uji Organoleptik”

  1. andi Says:

    Info yang bermanfaat…..

  2. Diana irianti Says:

    Boleh minta referensi ttg organoleptik gak? sy mw buat KTI ttg uji orgnlptk nih…tk

  3. anni ubaida Says:

    boleh tahu ndak tentang cara pembuatan kripik jambu metenya?kan di daerahku banyak jambu mete yang terbuang sia-sia…….y itung itung tuk buka usaha


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: