Mungkinkah Anak Juara LBSI, Punya Ibu Lulusan SD?

Pagi hari ini saya diskusi tentang pelaksanaan Lomba Balita Sejahtera Indonesia (LBSI). Dalam salah satu kriteria lomba disebutkan latar belakang pendidikan ibu, yang nilainya semakin tinggi apabila pendidikannya semakin tinggi (lulusan Perguruan Tinggi) dibanding dengan ibu yang tidak lulus SD. Berikut ini kurang lebih petikan pembicaraan saya dengan teman saya :

” Kasihan kalau anak yang potensial menang jatuh penilaiannya gara-gara latar belakang pendidikan ibunya rendah. Apalagi menurut penelitian memang ada korelasi antara ibu yang berpendidikan tinggi dengan status gizi anaknya yang baik. Tapi ya… kalo yang dipelajari oleh ibu yang berpendidikan tinggi itu mempunyai background ilmu kesehatan, tapi kalau matematika, atau ilmu eksak lainlah ya bisa jadi prestasi. ” kata teman saya. Lalu saya bilang :

” Ya sebetulnya hal ini sudah pernah menjadi perdebatan. Kan selain LBSI juga ada muatan khusus seperti mencontohkan orang tua (ibu) yang menempuh wajib belajar pendidikan dasar (sekarang sampai SMP) kepada anaknya. Karena memang urusan balita sejahtera kan tidak melulu menyangkut kesehatan (dengan definisi sempit), juga unsur bio-psiko-sosio-culturalnya sehat (seperti dalam definisi kesehatan seutuhnya). Trus penelitian itu juga perlu dionceki apakah kuantitatif atau kualitatif, karena tetap ada angka ekstrim misalnya ibu yang pendidikan rendah tapi anaknya sejahtera, dan ibu yang berpendidikan tinggi tapi anaknya tidak sejahtera dalam penelitian kuantitatif diragukan signifikansinya. Trus prove/bukti ibu yang berpendidikan tinggi tentunya ada bukti kertas yang menyatakan dia sudah menempuh pendidikan tinggi tersebut. Nah untuk potret lomba memang itu yang dibutuhkan. ”

Nah setuju mana ….  :

1. tetap memasukkan klausul pendidikan ibu menjadi penilaian utama dalam lomba  dengan ketentuan :

– ibu pendidikan tinggi nilainya tinggi , atau

– ibu berpendidikan rendah nilainya tinggi (karena mampu mengasuh anaknya dengan baik walau berpendidikan rendah)

2. Tidak memasukkan klausul penddikan ibu dalam kriteria penilaian

3. Usul lain.

Karena selain penilaian utama yaitu status gizi dan tumbuh kembang anak juga ada penilaian tentang latar belakang pendidikan orang tua juga ada usia pernikahan/hamil anak pertama, jumlah anak, kepesertaan KB/penggunaan Alkon, dll.

i’ah.

2 Tanggapan to “Mungkinkah Anak Juara LBSI, Punya Ibu Lulusan SD?”

  1. sjahrir Says:

    perlu diketahui siapa diantara orang tua dibalik pengasuhan anak itu. Siapa tahu dia hanya dipelihara ayah saja, dibesarkan nenek atau siapa… barulah kemudian yang diketahui pendidikan pengasuhnya (yang bertindak dominan terhadap anak itu)

  2. sjahrir Says:

    10 besar penyakit perlu ditelusuri proses pembuatannya… banyak ditemukan 10 besar penyakit yang tidak valid dan sangat menyesatkan karena tidak beres proses pengolahannya.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: